SmartLeaf: Inovasi Mahasiswa PSDKU PENS Lindungi Petani Tembakau Madura dari Kecurangan Harga

Tembakau Madura telah lama dikenal sebagai salah satu komoditas terbaik di dunia. Namun, di balik kualitasnya, para petani sering kali harus menelan kerugian akibat proses penentuan mutu daun (sortasi) yang sepihak oleh oknum tengkulak. Penilaian yang subjektif dan tidak transparan ini kerap menjadi celah kecurangan yang merugikan petani secara ekonomi. Merespons keprihatinan tersebut, tim mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) PSDKU Sumenep melahirkan inovasi digital bernama “SmartLeaf”.

Proyek yang tergabung dalam skema Program Kreativitas Mahasiswa – Karsa Cipta (PKM-KC) ini turut mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan. Tim SmartLeaf berhasil lolos pada tahap pendanaan PKM tingkat nasional yang diselenggarakan oleh kementerian, menjadikannya satu dari hanya dua tim perwakilan PSDKU Sumenep yang berhasil menembus tahap bergengsi tersebut. Karya inovatif ini digagas oleh tim mahasiswa yang beranggotakan Moch. Ilham Abdul Aziz, M. Davana Yudista Firdausy, Mohamad Zaky Bahtiar Arifianto selaku ketua tim, Arjuna Lanang Adiwarsana, dan Ahmad Yasar Maulana Dais, di bawah bimbingan dosen PENS, Nirwana Haidar Hari, S.Pd., M.Kom.

SmartLeaf hadir sebagai solusi praktis bagi para petani, termasuk generasi muda yang baru terjun ke dunia pertanian tembakau. Aplikasi berbasis Android ini dirancang khusus untuk mengembalikan kekuatan penentuan mutu ke tangan petani. Hanya berbekal kamera smartphone, petani kini cukup memindai daun tembakau dan aplikasi akan langsung menampilkan kelas atau grade mutu daun secara instan dengan tingkat akurasi mencapai 97%.

Kehebatan SmartLeaf terletak pada adopsi teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence / AI) yang telah dilatih menggunakan ribuan sampel gambar daun tembakau asli dari petani lokal. Secara otomatis, sistem pintar ini mampu mengenali tingkat kematangan, warna, hingga tekstur daun layaknya mata seorang ahli penyortir berpengalaman.

Satu hal yang paling fungsional dari aplikasi ini adalah kemampuannya untuk bekerja secara mandiri di dalam ponsel pintar tanpa harus selalu tersambung ke jaringan internet yang stabil. Inovasi ini sangat menjawab tantangan operasional petani di daerah pedesaan Madura yang kerap terkendala oleh minimnya sinyal. Selain memberikan klasifikasi grade secara cepat, SmartLeaf juga menyajikan laporan analisis lengkap dengan rekomendasi pengolahannya. Melalui inovasi cerdas ini, petani lokal diharapkan memiliki standar yang jelas sehingga memiliki daya tawar yang lebih kuat untuk mendapatkan harga jual yang adil. Saat ini, tim SmartLeaf tengah berjuang menyempurnakan implementasi alat mereka di lapangan, dengan harapan dapat melaju ke ajang puncak Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *