Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) PSDKU Sumenep menunjukkan dedikasi nyata dalam pengabdian masyarakat melalui sinergi bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep. Pada 17 November 2025, bertempat di kantor BRIDA Sumenep, tim PENS secara resmi mengimplementasikan inovasi bertajuk “SmartPKL”. Program ini dirancang sebagai sistem pemantauan terintegrasi untuk mendukung pengambilan kebijakan dan tata kelola Pedagang Kaki Lima (PKL) guna mewujudkan konsep Smart City di Kabupaten Sumenep.
Pengembangan sistem SmartPKL ini digagas oleh tim dosen pembimbing yang terdiri dari Nirwana Haidar Hari, Ahmad Khairul Umam, Ahmad Walid Hujairi, dan Sritrusta Sukaridhoto, bersama tiga mahasiswa pengembang, yaitu Moch. Ilham Abdul Aziz, M. Davana Yudista Firdausy, dan Mohamad Zaky Bahtiar Arifianto. Implementasi difokuskan pada kawasan Taman Tajamara yang ditetapkan sebagai zona hijau PKL. Sistem ini secara khusus ditujukan untuk mendukung evaluasi dan optimalisasi pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumenep Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL melalui penyediaan data kehadiran dan jam operasional pedagang secara faktual.
Dari sisi teknologi, SmartPKL memanfaatkan perangkat Internet of Things (IoT) berbasis mikrokontroler ESP32 yang hemat daya namun memiliki konektivitas tinggi. Perangkat ini diintegrasikan dengan sensor Passive Infrared (PIR) untuk mendeteksi pergerakan fisik di sekitar lapak secara akurat, serta modul GPS untuk melacak dan memetakan titik koordinat lokasi lapak secara presisi. Seluruh data tersebut dikirimkan secara otomatis dan real-time menggunakan protokol MQTT ke sebuah dashboard sistem berbasis website. Fasilitas pelacakan langsung (live tracking) ini memungkinkan petugas memantau peta sebaran aktivitas PKL secara digital, menggantikan metode pemantauan konvensional.
Selain berfokus pada instalasi teknologi, tim PENS juga turun langsung melakukan observasi dan wawancara dengan para pedagang di Taman Tajamara. Langkah ini dilakukan untuk mengukur respons, menggali opini, serta memastikan teknologi yang diterapkan memberikan dampak positif secara langsung bagi pedagang.
Kehadiran inovasi SmartPKL yang telah mendapat respons positif dari BRIDA Sumenep ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal integrasi data digital dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) pengawasan daerah. Dengan adanya sistem pendukung keputusan yang berbasis data, tata kelola UMKM jalanan di Sumenep diharapkan menjadi lebih tertib, aman, dan adaptif terhadap pola aktivitas pedagang.