Dari Konvensional Menuju Digitalisasi: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa PSDKU PENS Terapkan Smart Aquaculture di Tambak Udang Sampang

Mahasiswa dan dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) PSDKU Sumenep terus memperluas jangkauan program pengabdian masyarakat dan riset terapan di Pulau Madura. Pada tanggal 26 Agustus 2026, tim kolaborasi yang diketuai oleh Nirwana Haidar Hari, bersama Khoironi dan Deny Fardiansyah Putra selaku dosen pembimbing, serta tim mahasiswa yang beranggotakan Moch. Ilham Abdul Aziz, M. Davana Yudista Firdausy, Mohamad Zaky Bahtiar Arifianto, dan Arjuna Lanang Adiwarsana, melaksanakan kegiatan intervensi teknologi di kawasan pertambakan udang UD Al-Barokah yang berlokasi di Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang. Mengusung tema “Implementasi Early Warning System Berbasis MQTT untuk Deteksi Dini Kualitas Air Tambak Udang Vaname”, kegiatan ini bertujuan untuk mentransformasi operasional tambak konvensional menuju era digitalisasi (Smart Aquaculture).

Dalam program pendampingan ini, tim pengabdian PENS menghadirkan solusi teknologi komprehensif dengan mengembangkan tiga sistem utama yang saling terintegrasi. Sistem pertama adalah perangkat keras Internet of Things (IoT) yang dilengkapi dengan berbagai sensor krusial, meliputi sensor keasaman (pH), suhu, oksigen terlarut (DO), dan sensor kekeruhan air (TDS), serta memiliki kemampuan kontrol langsung terhadap kincir air di tambak. Sistem kedua merupakan aplikasi mobile pemantauan real-time yang berjalan menggunakan protokol komunikasi MQTT. Sementara sistem ketiga adalah sebuah website manajemen terpadu yang berfungsi untuk administrasi data tambak.

Teknologi yang dibawa ke Sampang ini memiliki keunggulan inovatif pada sistem peringatan dininya (Early Warning System) yang telah terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Kecerdasan buatan ini memungkinkan sistem untuk mengambil keputusan secara otomatis, seperti menyalakan atau mematikan kincir air menyesuaikan dengan kondisi kualitas air yang dideteksi oleh sensor pada saat itu. Di samping itu, website penunjang yang dikembangkan juga mampu memfasilitasi pemilik tambak dalam menghitung kebutuhan pakan harian serta mengestimasi proyeksi laba rugi bisnis, sehingga perencanaan keuangan menjadi lebih akurat. Melalui penerapan inovasi ini, pemilik tambak kini tidak perlu lagi memantau kondisi air secara manual ke lokasi. Sistem ini memungkinkan pemantauan dan kontrol jarak jauh secara real-time selama 24 jam penuh tanpa hambatan. Diharapkan, penerapan teknologi tepat guna karya akademisi PENS ini dapat meminimalisasi risiko kegagalan panen, menekan biaya operasional, dan pada akhirnya meningkatkan taraf ekonomi para petambak udang di Kabupaten Sampang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *