Inovasi Sistem Peringatan Dini Berbasis IoT: Mahasiswa PSDKU PENS Tingkatkan Hasil Panen Tambak Udang Vaname di Dungkek

Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) PSDKU Sumenep kembali mewujudkan kontribusi nyata bagi masyarakat pesisir. Melalui program pengabdian masyarakat, tim PENS mengimplementasikan teknologi Internet of Things (IoT) berupa Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini untuk pemantauan kualitas air tambak udang Vaname. Kegiatan ini dilaksanakan bersama kelompok petambak udang Jaring Emas di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, guna memecahkan kendala fluktuasi kualitas air yang selama ini dipantau secara manual dan kerap menghambat produktivitas panen. Program pemberdayaan pesisir ini melibatkan kolaborasi tim dosen dan mahasiswa PENS, yang di antaranya beranggotakan Ainur Taufikur Rahman, Moh. Khairil Anwar, Satria Utama Disawa, serta Dorik Prayogik F, di bawah arahan akademisi seperti Nirwana Haidar Hari dan Ahmad Khairul Umam. Dalam pelaksanaannya, tim merancang dan menginstalasi tiga node IoT berbasis mikrokontroler ESP32 di lokasi tambak. Perangkat ini terintegrasi langsung dengan sensor pengukur suhu, tingkat keasaman (pH), dan Dissolved Oxygen (DO) atau kadar oksigen terlarut. Seluruh data dari sensor dikirimkan secara real-time menggunakan protokol komunikasi MQTT menuju dashboard aplikasi berbasis web dan mobile yang mudah diakses oleh petambak.

Pendekatan yang dilakukan tim PENS tidak sebatas pada instalasi alat, melainkan juga pendampingan partisipatif dan pelatihan praktik langsung. Kelompok petambak Jaring Emas dilatih untuk menginterpretasikan tren data kualitas air dan merespons peringatan dini dari sistem. Sebagai contoh, ketika sistem memberikan peringatan bahaya terkait penurunan kadar oksigen terlarut (DO), petambak kini dapat langsung mengambil tindakan korektif secara cepat, seperti menyalakan aerator. Selain itu, aplikasi yang dikembangkan juga membantu para petambak dalam mencatat aktivitas pemberian pakan dan jadwal panen secara lebih sistematis dan terstruktur. Penerapan teknologi tepat guna ini terbukti memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi kesejahteraan petambak di Dungkek. Berdasarkan data evaluasi pasca-implementasi, intervensi sistem EWS ini berhasil melonjakkan hasil panen secara drastis. Produktivitas tambak yang sebelumnya berada di angka 830–880 kg per kolam dengan kualitas Grade B, kini sukses meningkat pesat menjadi 1.190–1.220 kg per kolam dengan kualitas Grade A. Keberhasilan program ini menegaskan komitmen mahasiswa PENS dalam mentransformasi manajemen budidaya perikanan lokal dari sistem konvensional menjadi lebih preventif, responsif, dan berbasis data digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *